Terbaru

Rayuan Gombal Iblis Yang Menyesatkan



فأخرج إبليس مزمارا وزمر تزميرا مطربا فلما سمع آدم وحواء المزمار جاءا ليسمعا ذلك فلما وصلا الى شجرة الحنطة قال ابليس تقدم الى هذه الشجرة يآدم فقال إنى ممنوع فقال ابليس (وما نهاكما ربكما عن هذه الشجرة الا أن تكونا ملكين أو تكونا من الخالدين) فان من أكل من هذه الشجرة لا يشيب ولا يهرم ثم أقسم بالله أنها لا تضرهما وأنه لمن الناصحين لهما فظن آدم أنه لا يتجاسر أحد على أن يحلف بالله كاذبا وظن أنه من الناصحين

Kemudian iblis mengeluarkan seruling dan memainkannya dengan merdu. Ketika Adam dan Hawa mendengarnya, mereka langsung mendatanginya untuk mendengarkan/ menikmatinya, di saat mereka sampai dipohon gandum maka iblis berkata kepadanya, “Wahai Adam, mendekatlah pada pohon ini.” Adam berkata,“Sesungguhnya aku dicegah untuk mendekati pohon itu.”

Iblis berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu untuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalam surga)."

Karena sesungguhnya siapa saja yang memakan biji dari pohon ini,dia tidak akan bisa tua dan pikun dan iblis juga bersumpah dengan nama Allah bahwa memakan biji itu tidak akan membahayakan mereka berdua dan dia mengaku bahwa dia adalah pembawa nasihat bagi mereka berdua.

Maka Adam pun menyangka bahwa tiada yang berani mengucapkan sumpah dengan nama Allah pada kebohongan dan menyangka juga bahwa iblis tadi memanglah malaikat pembawa nasihat.

فمن حرص حواء على الخلود فى الجنة تقدمت وأكلت فلما نظر آدم اليها حين أكلت ووجدها سالمة تقدم وأكل بعدها فلما وصلت الحبة الى جوفه طار التاج عن رأسه وطارت الحلل أيضا

Dari keinginan Hawa untuk bisa menjadi kekal di surga maka ia maju lebih dulu dan memakannya. Ketika Adam melihatnya makan dan selamat maka Adam pun ikut maju dan memakannya. Pada saat biji itu sampai ditenggorokan maka terbanglah mahkota yang ada dikepalanya bersama perhiasan-perhiasan yang ada padanya.

سؤال لأى شئ لما أكلت حواء من الشجرة لم تسقط الكسوة عنها فى الحال وآدم حين أكل سقطت عنه فى الحال الجواب لوسقطت فى الحال عن حواء لرجع آدم ولم يأكل وأيضا االدية على العاقلة ولان الأمر كان أولا لآدم

Pertanyaan, "Kenapa disaat Hawa memakan biji tersebut seluruh pakaiannya tidak terlepas seketika sedangkan pakaian Adam terlepas seketika itu juga?”

Jawab,“Andaikan pakaian Hawa juga terlepas seketika itu , maka Adam akan kembali dan tidak akan mau ikut memakannya,begitu juga diyat/tebusan itu pada yang berakal dan karena sesungguhnya awal perkara itu untuk Adam.”

وقال بعض العلماء ان آدم أكل وهو ناس قال الله تعالى (ولقد عهدنا الى آدم من قبل فنسى)

Sebagian ulama’ berkata,“Sesungguhnya Adam memakannya itu dalam keadaan lupa.” Sebagaimana firman Allah :“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu) .”QS.Thoha:115

فلما أكل آدم من الشجرة أوحى الله تعالى الى جبرائيل عليه السلام بأن يقبض على ناصية آدم وحواء ويخرجهما من الجنة فأخرجهما جبرائيل من الجنة ونودى عليهما بالمعصية. قال فكان آدم وحواء عريانين فطافا على أشجار الجنة ليستترا بأوراقها فكانت الأشجار تنفر عنهما ورحمته شجرة التين فغطته فتستر بورقها وقيل غطته شجرة العود فلذلك أكرمها الله بالرائحة الطيبة وأكرم شجرة التين بالثمر الحلو الذى ليس له نوى وقيل غطته شجرة الحناء فلذلك صار أثرها طيبا مفرحا ولذلك سميت الحناء قال كعب الأحبار لما صار آدم عريانا أوحى الله تعالى اليه أن اخرج الىّ لأنظرك فقال آدم يارب لا أستطيع ذلك من حيائى منك وخجلى

Ketika Adam memakan biji dari gandum tersebut maka Allah memerintahkan jibril untuk mencabut ubun-ubun Adam dan Hawa serta mengeluarkannya dari surga dan dipanggil dengan sebutan maksiyat.

Wahhab Bin Munabbih berkata,“Pada saat itu Adam dan Hawa dalam keadaan telanjang,mereka berputar pada pohon-pohon surga untuk mengambil daun untuk menutupi tubuh mereka akan tetapi semua pohon-pohon itu kabur dan menjauh dari mereka,akhirnya pohon “Tin” iba dan menutupi mereka,lantas diambillah daunnya untuk menutupi tubuh mereka."

Dikatakan pula bahwa yang menutupi meraka adalah pohon ‘garu',oleh karena itu Allah memuliakannya dengan bau yang harum dan Allah memulyakan pohon tin dengan buah yang manis tanpa biji. Dikatakan juga bahwa yang menutupinya adalah pohon 'inai', oleh karena itu jadilah baunya harum dan wangi serta dinamakan inai.

Ka’ab Al Ahbar berkata, ”ketika Adam dalam keadaan telanjang,Allah berfirman kepadanya; ’keluarlah kamu dari-KU, Aku akan menunggumu'. Maka Adam berkata, " Ya Tuhan , sungguh aku tidak sanggup karena malu kepada_Mu.’’


Source: Kitab “Bada-i’ az-Zuhur fi Waqa-i’ ad-Duhur” Karya Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abu bakar As-Suyuthiy ra.



Artikel Menarik Lainnya :

No comments:

Post a Comment