Terbaru

Mukidi Seorang Anak Yang Baik



Suatu hari, seorang pemuda bernama Mukidi mengalami kecelakaan. Dia ditabrak oleh sebuah taksi di jalan. Akibat dari musibah itu, dia terluka parah, kepalanya luka, tangannya patah dan perutnya terburai. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mendapati kondisinya terlalu buruk dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki harapan untuk hidup. Ibunya, Jamilah segera dihubungi dan menceritakan tentang kecelakaan yang terjadi pada anaknya.

Hampir pingsan Jamilah mendengar berita tentang anaknya. Dia segera bergegas menuju ke rumah sakit di mana anaknya dirawat. Air mata ibu berlinang saat melihat kondisi anak nya. Walaupun dokter sudah memberitahukan bahwa anaknya tidak ada harapan untuk bisa diselamatkan, Jamilah tetap tidak berhenti berdoa dan bermohon kepada Allah agar anak nya bisa selamat. Hari demi hari, minggu berganti minggu, kondisi Mukidi anaknya tidak mengalami perubahan. 

Setiap hari Jamilah datang menjenguk anaknya tanpa lelah. Dan tiap malam pula jamilah bangun untuk menunaikan sholat tahajjud kepada Allah meminta kesembuhan untuk anak nya. Dalam keheningan malam, sambil berlinang air mata, Jamilah menangis meminta agar anaknya diselamatkan oleh Allah.

Dengan menadah tangan, Jamilah pun memohon doa kepada Allah untuk anaknya itu, 

”Ya Allah ya Tuhanku, kasihanilah aku dan kasihanilah anak aku. Susah payah aku membesarkannya, dengan susu aku yang Engkau kurniakan kepadaku, aku suapkan ke dalam mulutnya. Ya Allah, aku pasrah dengan apa juga keputusan-Mu! Aku ridho dengan qada’ dan qadar Mu yaa Allah.”

”Yaa Allah, dengan air mataku ini, aku bermohon kepadaMu, Engkau sembuhkanlah anakku dan janganlah Engkau cabut nyawanya. Aku sangat sayang kepadanya. Aku sangat rindu kepadanya. Susah rasanya bagiku untuk hidup tanpa anakku ini. Terngiang-ngiang suaranya kedengaran di telingaku memanggil-manggil aku ibunya.”

“Ya Allah, tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau saja. Tunjukkanlah kuasa Mu ya Allah. Aku rela kalau anggota badanku dapat didermakan kepadanya agar dengannya dia dapat hidup sempurna kembali.”

“Ya Allah, aku ridho nyawaku Engkau ambil sebagai ganti asalkan Engkau hidupkan anak kesayanganku. Engkaulah yang Maha segala hal, berkat kebesaran Mu ya Allah, terimalah doaku ini….aamiin”.

Keyakinan Jamilah terhadap kuasa Ilahi sangat kuat walaupun tubuh badan anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tiada ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar mau menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya. Setelah 5 bulan penantian, akhirnya Mukidi menampakkan tanda perubahan dan perlahan dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas. Mukidi Mampu melanjutkan hidupnya sampai pernikahan dan melahirkan. 

Ibunya, Jamilah semakin tua dan semakin renta. Suatu hari, Jamilah yang hampir berusia 75 tahun jatuh sakit dan masuk ke rumah sakit. Awalnya, Mukidi masih mengunjungi dan merawat ibunya di rumah sakit. Tapi semakin hari semakin jarang dia datang untuk menjenguk ibunya, sampai suatu hari pihak rumah sakit menghubungi dia dan menceritakan kondisi ibunya yang semakin buruk.

Mukidi segera bergegas menuju ke rumah sakit. Di situlah, Mukidi menemukan kondisi ibunya semakin lemah. Napas ibunya turun naik. Dokter mengatakan bahwa ibunya tidak memiliki waktu yang lama untuk bertahan hidup. Ibunya akan menghembuskan napas terakhirnya kapan saja.

Melihat kondisi ibunya dan konon beranggapan ibunya sedang disiksa, lantas Mukidi terus menadah tangannya dan berdoa;

“Yaa Allah, seandainya kematian ini lebih baik untuk ibu, maka Engkau cabutlah nyawa ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Yaa Allah, aku akan ridho dengan kepergiannya…Aamin.”

Begitulah bedanya doa ibu terhadap anak-anak dan doa anak-anak kepada orang tuanya. Ketika anak sakit, seburuk apapun itu, walaupun tubuh hancur, walaupun anak hidup dalam kehidupan ikan, tapi orang tua akan tetap berdoa agar anaknya diselamatkan dan diperpanjang umurnya.

Tapi anak-anak yang dikatakan baik, pada hari ini akan berdoa untuk ibunya atau ayahnya yang sakit untuk segera diambil oleh Allah, padahal orang tua baru saja sakit. Mereka meminta kepada Allah untuk segera mencabut nyawa ibu atau ayahnya karena beranggapan sudah tidak tahan untuk melihat 'penderitaan' dari orang tuanya.

Anda bagaimana ...? Apa doa anda untuk ibu bapa anda ...?

No comments:

Post a Comment